:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Kamis, 20 Jun 2024
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
26 Desember 2023

Cetak Abdi Baru Dengan Pelantikan Negaran

Sel, 26 Desember 2023 Dibaca 52x Lain-Lain

Pondok pesantren darussalam – Acara reformasi dan pelantikan abdi ndalem atau yang akrab disebut negaran yang bertempat di ruang A.04 tadi malam (03/08) telah sukses dilaksanakan. Dimulai sesaat setelah jamaah sholat Isya’ yang dihadiri oleh para abdi ndalem lama dan abdi ndalem baru, juga masyayikh ponpes Darussalam yang diwakili oleh Agus Indi Najmu Tsaqib dan Agus Ma’ruf Arwani. Pengurus keamanan dan pesantren juga turut menghadiri acara tersebut sebagai tamu undangan. Acara yang dilaksanakan 2 tahun sekali ini menghasilkan 17 santri yang dilantik menjadi negaran, abdi ndalem, dan pengurus Atas Usaha Thullab (AUSATH). Bapak Ahmad Azkal Azkiya’ juga turut didemisioner setelah menjabat ketua negaran dan digantikan oleh bapak Muhammad Zulfan Rizki atau yang umum disapa dengan sebutan “Kang Panjol” sebagai ketua yang baru. Acara tersebut dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran dilanjutkan sambutan dari ketua lama dan acara inti yaitu reformasi dan pelantikan. Disambung sambutan dari ketua baru dan ditutup dengan do’a pada pukul 10.00 WIB. Acara ditutup dengan beramah tamah yang bertempat di ruang A.04.

Sebenarnya tidak terlalu banyak persiapan yang dilakukan sebelum acara tersebut dimulai, yaitu hanya penarikan dana dan penyusunan konsep acara. Akan tetapi pada saat acara tersebut terdapat sedikit kendala dikarenakan persiapan yang kurang matang.

Saat ini terdapat kurang lebih 150 santri negaran, abdi ndalem, pengurus AUSATH yang sudah terdata dan masih ada juga beberapa santri yang belum terdata. Harapan kedepannya dari bapak Zulfan Rizki, yaitu, “Harus bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, yang terpenting lebih menyadarkan bahwasanya ada hal yang lebih penting dari mengabdi, yaitu ngaji karena hakikatnya mondok itu bukan bekerja atau tandang gawe melainkan mengaji”.(Hbb)