:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Minggu, 18 Apr 5841
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
8 November 2012

Saat Rasulullah diajari Baca

Kam, 8 November 2012 Dibaca 9x Lain-Lain

div align=centerSaat Rasulullah diajari Bacadivdiv align=centernbspdivdiv align=centeremoleh: Asngadi Rofiq embr divdiv align=centerbr divSebuah ungkapan bahwasanya membaca merupakan jendela dunia sepertinya sudah menjadi sesuatu yang yang tidak asing didengar di telinga kita akan teatapi kenapa itu tidak sampai membuat kita menjadi hobi untuk membaca padahal sangat jelas sekali ayat yang pertama kali turun adalah ayat yang berbnyi iqrorsquo yang berarti bacalah. Masya Allah jika kita mau tafsirkan kenapa yang pertama kali adalah ayat perintah untuk membaca bukan langsung perbuat yang lain yang lebih menjurus kepada peribadahan yang nyata seperti sholatlah sujudlah misalnya. Tapi kenapa harus membaca? Sebuah pertanyaaan yang mungkin kita sudah tahu jawabannya akan tetapi mungkin kita kurang lebih menjiwai atau lebih mendalami bahasa iqrorsquo itu sendiri.divbr Kita tahu tahu dengan membaca kita bisa melihat perkembangan Negara kita sendiri dan Negara orang lain dengan membaca kita bisa mengetahui apa-apa yang ada di dalam bumi tanpa harus masuk ke bumi kita bisa tahu isi langit tanpa harus kita terbang ke angkasa. Dan bahkan kita bisa tahu isi neraka dan surga tanpa harus mati terlebih dahulu. Saya kira hal demikian sudahlah dipahami dan dimengerti oleh kita semua. Sekali lagi pertanyaanya kenapa? Kita sering mendengar peribahasa bijak membaca adalah jendela dunia. Dengan penjabaran manfaat membaca yang telah disebutkan di atas pasti sebagai seorang manusia secara naluri akan mengatakan Aku ingin membaca! Itulah yang harus terlebih dahulu disadari perasaan yang kuat betapa pentingnya menbaca itu dan bagaimana sekarang seseorang bisa menjadi suka baca sehingga nantinya bisa mempunyai pengetahuan yang luar biasa. divbr Sekarang mari kita tengok kembali diri kita apa masalah kita? Kenapa kita bisa sampai meninggalakan sebuah jalan yang nantinya akan membuat kita menjadi orang yang luar biasa. Ya Lagi-lagi sebuah permasalahan yang sama MALAS. Sebuah penyakit manusiawi yang semua manusia mempunyai penyakit itu. Dan ternyata jika kita mau mengamati di sekitar kita ternyata tidak sedikit yang bias berhasi menghadapi masah ini terbukti juga keberhasilan mereka bisa membiasakan membaca dan yang terjadi mereka menjadi orang yang dahsyat dan tinggi drajatnya. Sekarang apa yang menjadikan kita tidak bisa menjadi seperti mereka itu yang harus kita renungi.divbr Kalau mau kita bisa mensiasati bagaimana menjadikan kita hobi membac tertanam pada diri kita. Teringat dengan sepucuk ungkapan bahwasanya segala sesuatu itu bisa disiasati. Sebuah ungkapan yang bias membantu membangkitkan perasaan menyerah atau keputus-asaan dalam hati. Sekali lagi segala sesuatu itu bisa disiasati. Kalau memang kita orang yang sibuk sehingga sulit meluangkan waktu untuk membaca sisakan satu menit saja membaca dalam satu hari. Mustahil seseorang itu tidak mampu menyisakan waktu satu menit dari 720 menit dalam satu harinya untuk membaca.divDetik-Detik Saat Rosulullahnbsp BacaBaca!br Sendiri di gua sunyi.br Tiba-tiba Muhammad merasakan dirinya seperti didekap sosok tak berupa. Hanya suara yang memaksanya bicara. Dalam kondisi tiba-tiba tanpa tanda-tanda tentu hanya takut yang ia rasa.br Aku tak bisa! itulah jawaban yang yang Muhammad bisa. Sementara Jibril sosok tak berupa itu semakin erat mendekap lalu mengulangi perintahnya.br Baca!br Aku tak bisa!br Baca!br Aku tak bias baca menbaca!br Seraya tetap mendekap Jibril kemudian membacakan firman Tuhan kepada Nabi Muhammad yang ketakutan Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Sang Pencipta. Ia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmu Maha Pemurah telah mengajar manusia dengan pena apa yang tidak mereka tahubr Nabi mengulangi kata-kata yang diucapkan malaikat itu yang kemudian meninggalkannya. Beliau berkata sepertinya kata-kata itu tertanam dalam hatiku.br Itulah wahyu pertama yang Muhammad terima tepatnya pada senin 17 Ramadhan saat ia berusia40 tahun 6 bulan sepertinya kata-kata itu tertanam dalam hatiku.br Itulah wahyu pertama yang Muhammad terima tepatnya pada senin 17 Ramadhan saat ia berusia40 tahun 6 bulan beliau tidak mau karena memang tidak bisa akan tetapi beliau terus dipaksa oleh Malikat Jibril beberapa kali baru kemudian setelah itu Muhammad membaca.HIKMAH-HIKMAHHikmah dari hikayah Nabi Muhammad yang dapat kita petik tadi adalah membaca haruslah dimulai dengan diri kita yang memaksa karena kalau kita mau menunggu sosok Malaikat jibril yang memaksa kita untuk membaca itu adalah sebuah pemikiran yang tolol. Makanya paksalah diri anda untuk membaca. Dan satu lagi jangan bermimpi untuk menjadi orang sukses jika anda malas membaca. Jika ingin sukses bacalah bacalah BACALAH!br Tidak Cuma itu hikmah yang perlu kita petik ternyata di situ tertera disaat Nabi Muhammad dipaksa untuk membaca oleh Malaikat Jibril Beliau berusia 40 tahun 6 bulan dan 6 hari. Jadi tidak ada istilah terlambat untuk belajar membaca dan membiasakannya.***nbspnbspnbspnbsp0)