:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Senin, 26 Feb 2024
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
11 Januari 2024

Perbaiki Tata Cara Solat Santri, ITMAM Adakan Diklat Solat

Kam, 11 Januari 2024 Dibaca 21x Lain-Lain

Madarsah Barat lantai 2 – Solat adalah Rukun Islam kedua dalam agama kita, agama Islam, sehingga sudah sepatutnya kita melakukan solat yang merupakan kewajiban kita umat muslim. Dalam sehari semalam kita melakukan solat lima kali, itu sudah termasuk mudah karena dulu itu Rasulullah SAW diperintahkan allah untuk solat 50 kali tetapi karena Rasulullah minta keringanan untuk umatnya, akhirnya 50 kali tersebut menjadi 5 kali saja.
Ada pepatah mengatakan “Assholatu Imaduddin” Solat adalah tiang agama. Umat muslim pasti melakukan solat setiap hari, jika meninggalkanya pantaskah kita disebut umat muslim, kan gak pantas. Maka sudah seharusnya kita melakukan solat yang sesuai dengan syariat agama.
Untuk mengajarkan para Talamidz tata cara solat yang benar, maka kemarin Rabu (05/09) ITMAM mengadakan diklat solat yang diikuti oleh seluruh Talamidz kelas 2 ula bagian A sampai E atau kelas 2 ula yang berada di pondok Induk. Waktu pelaksanaan diklat dilaksanakan 2 hari yakni hari Rabu (05/09) dan Kamis (06/09) ketika jam takror. Diklat ini selain merupakan Proker (Progam kerja) ITMAM juga dilaksanakan agar ibadah para talamidz lebih khusyuk.
Pemateri Diklat adalah alumni Pondok Pesantren Blokagung, Agus Sholeh Mubarok. Pak Sholeh Mubarok atau yang kerap dipanggil pak solbar ini Ketika di pondok banyak berkontribusi dalam berbagai bidang, salah satunya pernah menjuarai lomba Alfiyyah tingkat nasional.
Bapak Solbar dalam materinya mengatakan “Pahala seorang yang mengumandangkan azan melebihi pahala seorang imam” hal ini secara gak langsung mengibaratkan orang yang mengajak untuk melaksanakan solat atau orang yang azan lebih besar pahalanya daripada orang yang memimpin solat. Beliau juga mengatakan “waktu diantara azan dan iqomah adalah waktu yang mustajab” selang waktu tersebut biasanya digunakan para santri untuk hafalan nadzom ataupun hafalan Al qur’an.
Diklat yang diperuntukkan oleh Talamidz kelas 2 ula ini dimulai dengan Pembukaan yang kemudian langsung diisi dengan Diklat Solat. Pada pertemuan pertama para Talamidz difokuskan dengan materi tentang solat meliputi; Syarat wajib,Syarat sah dan lain sebagainya. Pemateri menjelaskan Syarat wajib solat itu ada 3 yaitu Islam, balig dan berakal. Syarat Sah solat itu ada 5 yaitu sucinya badan dari hadas dan Najis, menutup aurat, menempati tempat yang suci, mengetahui waktu Ketika solat, dan menghadap kiblat.
Selain menjelaskan tentang syarat beliau juga menjelaskan tentang tata cara niat yang benar, karena kebanyakan dalam melakukan niat masih salah. Niat solat fardhu yang wajib itu harus niat fardhiyah (Menyebutkan fardu), menyengaja melakukan solat dan terakhir menentukan solatnya baik itu solat shubuh atau dhuhur dan semisalnya. Dalam melakukan niat terkadang talamidz salah kaprah bahwa niat itu letaknya di hati tidak dilisan atau dilafadzkan. Mereka mengganggap niat itu dilafadzkan, padahal menta’yin atau melafadzkan niat itu hukumnya sunah. Kewajiban niat itu letaknya di hati bukan di lisankan.
Beliau juga menambahkan “Menjadi ma’mum tidak sunah membaca surat pendek, bahkan ada ulama’ yang memakruhkan membacanya”. Ketika menjadi ma’mum kita lebih disunahkan mendengarkan bacaanya imam ketimbang membaca surat pendek.
Pada pertemuan kedua para talamidz difokuskan pada praktek solat, seluruh talamidz melakukan praktek solat dengan dibantu ITMAM dan mustahiq. Selain solat beliau juga memberikan materi yang berkaitan dengan solat yakni tata cara bersiwak dan juga keutamaan siwakan.
Bapak Solbar juga memberikan nasihat kepada seluruh talamidz agar menyelesaikan diniyahnya. Ibarat buah mangga Ketika belum masak yang dimakan rasanya akan kecut, tetapi bila sudah matang buahnya akan lezat dan manis. Beliau memberikan kata kata motivasi yaitu “Putuskan cintamu demi cita-citamu, simpan cintamu demi terwujudnya cita-citamu”. (Nzf)