:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Senin, 20 Mei 2024
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
30 Mei 2013

Melongok Kembali Bazar Raya Di PP. Darussalam

Kam, 30 Mei 2013 Dibaca 15x Lain-Lain

nbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbsp Di Malam Ke-2 Tetap Harus Becek-Becekandiv Rabu malam (225) lagi-lagi hujan deras tidak dapat terelakkan mulai sore PP. Darussalam kembali di guyur hujan akibatnya Bazar raya dan pasar malam terulang harus berteman dengan keadaan becek. Selain itu kang santri dan pengunjung harus belepotan tanah lumpur. emnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbsp Catatanem : emMuhammad Rifki Fauzi embr TIDAK seperti malam kemarin kali ini di depan pentas tampak sepi padahal disana sedang berlangsung lomba parade band. Mungkin karena malam kemarin di meriahkan oleh Mba Reni Farida dan Kawan-kawan. Pada Bazar hari kedua ini sebenarnya sama dengan hari yang kemarin namun yang membedakan adalah bertambahnya stand-stand Bazar berikut tampak para pengunjung juga bertambah dan lebih meriyah. Seperti Stand Anak-anak SMA yang pada malam pertama tutup kali ini mereka turut memeriahkan Acara Bazar Wingi iku opo-opo ne durung siap (Kemarin itu apa-apanya belum siap) Ucap sang Penjaga Stand SMA.br Untuk selanjutnya para kawan-kawan santri berdoa semoga hujan tidak mengguyur bumi darussalam karena untuk mensukseskan acara-acara yang akan berlangsung apalagi ketika acara inti pada Senin depan (275). Namun adanya berbagai acara yang telah berlangsung tidak membuat para santri kendor dalam sekolah dan diniyah meski ketika takror beberapa kelas diliburkan bahkan para ustad pun turut ikut dalam acara Bazar Diniyah yo Diniyah….. ojo di sangkut pautno ambe acara !! (Diniyah ya Diniyah jangan di sangkut pautkan dengan acara) tutur kang Rifqi ketika tidak sengaja bertemu hendak pulang Diniyah.(jal)1)