:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Selasa, 16 Apr 2024
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
27 Februari 2013

Melihat Persiapan Daur Awal Siswa-Siswi Madina

Rab, 27 Februari 2013 Dibaca 9x Lain-Lain

nbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbsp Sibuk Cari Hutang Minta Pernyataan Atau Nembel Kitab ?divbr Berbicara soal daur berarti berbicara tentang kartu. Berbicara soal kartu berarti berbicara tentang lembar bebas tanggungan. Nah berbicara soal lembar bebas tanggungan berarti berbicara tentang Madina dan Keamanan. br nbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbspnbsp emCATATANem: M. Abdul Hamid L.Ahr divbr Seperti tradisi setiap daur menjelang ada banyak persyaratan yang harus di lengkapi demi mendapt kartu ujian. Nantinya kartu itulah yang akan menjadi semacam tiket masuk bagi para siswa-siswi madina. Bagi yang tidak membawa kartu silahkan dilengkapi dulu lembar bebas tanggungannya biasanya begitu usiran halus dari panitia daur. divbr Ada dua kriteria syarat pokok yang tertera dalam lembar bebas tanggungan. Yang pertama berhubungan dengan prestasi akademik siswa seperti keaktifan taftisy kutub. Yang kedua berkaitan dengan tingkat pertisipasi siswa dalam pembayaran yang bersifat rutin seperti SPP Kos (bagi SMPMTs) dan Heregistrasi. divbr Sebenarnya persyaratan tersebut di buat untuk mengantisipasi santri PP. Darussalam yang mangkir dari kewajibannya. Biar santri-santri itu lebih disiplin lagi jelas KH. Aly Asyiqin dalam satu kesempatan. Bagi yang tidak bisa memenuhi syarat yang berkaitan dengan keuangan kita buatkan solusi yang berupa pernyataan. Soalnya kalau keaktifan dan taftisy mau pernyataan gimana? Toh kektifan dan taftisy itu demi kebaikan mereka sendiri imbuh KH. Aly Asyiqin. divbr Ust. Nasrudin mengisahkan awalnya sebelum ada pernyataan siswa madina yang tidak mampu memenuhi kedua kriteria syarat tersebut khususnya yang berkaitan dengan promblem keuangan di anggap berhutang pada Madin. Namun setelah dinilai lebih jauh kurang etis rasanya apabila ada ustadz atau pengurus madin yang harus nagih hutang. divbr Setelah sekian lama mencari solusi akhirnya ada ide bagaimana kalau seandainya mereka tetap dianggap berhutang tapi kita (pengurus Madin) tidak harus menagihnya. Melainkan agar mereka (siswa) sadar bahwa mereka punya hutang pada pihak madrasah. Akhirnya atas pertimbangan tersebut lahirlah lsquopernyataan. Dan orang yang mencetuskan ide tersebut adalah KH. Mudlofar Sulthon. Hingga kini istilah pernyataan tetap dipakai. Kenapa? Agar santri yang belum bisa memenuhi persyaratan merasa bahwa mereka berhutang secara tidak langsung. Bukan mendapat keringanan.divbr Anehnya ada semacam pegeseran poros dalam setiap daur. Masa pra-daur yang seharusnya digunakan untuk memperbanyak belajar berganti menjadi ajang untuk mencari hutangan nembel kitab atau pernyataan. Bahkan saking parahnya berganti menjadi ajang untuk mencari hutangan nembel kitab atau pernyataan. Bahkan saking parahnya agar para santri harus menyadari bahwa kita hanya numpang. Jadi mau tidak mau kita harus melakukan kewajiban yang sudah ditentukan. Apalagi yang berkaitan dengan pembayaran. Masak pernyatan bulanan (SPP) sampai setengah tahun?divbr Berbeda dengan syarat keaktifan. Dalam banyak kejadian tidak sedikit para santri yang harus rela di-kum bahkan digundul. Yang kami lakukan itu sesuai dengan qonun-qonun. Apa tidak banyak yang protes? Banyak! Banyak sekali. Menghadapi hal itu pihak keamanan menanggapi dengan bijak. Kalau para santri nggak melanggar ya nggak kita tertibkan. Tugas kami kan hanya mengamankan dan menertibkan.(am)br div1)