:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Selasa, 16 Apr 2024
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
12 April 2016

Musabaqoh Kitab Kuning dengan kitab Ihya Ulumiddin di Blokagung

Sel, 12 April 2016 Dibaca 4x Kabar Darussalam

Tiga Wakil Dari Darussalam

Hj. Nihayatul Wafiroh

Musabaqoh Kitab Kuning dengan kitab Ihya Ulumiddin di Blokagung

Setelah melewati dua tahap seleksi yang cukup lama akhirnya dewan juri memutuskan untuk mengirimkan empat delegasi dari Jawa Timur Zona 4 untuk melaksanakan musabaqoh Nasional selanjutnya di Jakarta tanggal 12-13 April mendatang. Dua putra yaitu atas nama Intihaul Fudola’dari pondok Darul Maghfiroh Srono dan Ah Faih Rohman dari Blokagung, untuk putri Indah Tri Utami dan Khozainur Rohmah yang keduanya berasal dari Darussalam.

Empat peserta terpilih mengalahkan 25 peserta lainya, yang berasal dari 10 Pesantren, bukan hanya dari Kabupaten Banyuwangi, melainkan Bondowoso pun ikut lomba. Untuk juri yang menilai adalah orang-orang pilihan yang direkomendasikan oleh panitia kepada pusat dengan catatan mumpuni dalam bidang kitab kuning, ada tiga juri, yang pertam Ustad Abdul Hamid dari Darussalam, Kiai Anwar Syafi’i dari Bondowoso, dan Gus Sholeh dari Sempu.

Pembagian hadiah dilaksanakan terakhir acara, yang langsung diberikan oleh Hj Nihayatul Wafiroh.

Para juara disediakan total hadiah Rp 10 Juta, Rp4 Juta untuk juara pertama, Rp3 Juta juara kedua, Rp2 Juta juara ke tiga dan Rp 1 Juta untuk juara Harapan 1. Peserta putra yang berjumlah 25 itu melawati dua babak, babak penyisihan dan babak final, babak final diambil delapan peserta terbaik untuk diselesksi kembali untuk menjadi wakil Zona empat.

Menurut Ustad Faih waktu yang sudah mendekati pergi ke panggung yang sebenarnya yang berada di Ibukota negara indonesia, tepatnya di Jakarta Pusat,” mengejar waktu untuk mempersiapkan materi,” tambahnya, untuk Kang Intihaul Fudola’ sendiri berharap bisa sukses dan lancar dalam lomba yang akan datang ,” juara bukan prioritas utama, intinya pembelajaran, jelasnya.(hsm)