:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Jumat, 19 Apr 1146
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
26 Juni 2016

Pertukaran Pelajar atau Exchange Student.

Ming, 26 Juni 2016 Dibaca 8x Jendela Nusantara / Kabar Darussalam

Suatu Bangsa akan menjadi besar jika generasinya memiliki karakter yang baik, pembentukan karakter hanya akan terjadi melalui proses Pendidikan. Berbagai upaya terobosan sedang dilakukan oleh Pemerintah, bahkan Dunia ini berkaitan dengan mencari dan mengembangkan Potensi-potensi yang harus dikuasai oleh pemuda calon penerus Bangsa ini. Program pertukaran Pelajar memiliki nilai positif yang sangat banyak terhadap Pelajar yang mengikutinya. Terutama dalam bidang Bahasa dan Budaya.

Pelajar akan lebih banyak berinteraksi dengan bahasa dan budaya bangsa lain selama lima bulan mereka mengikuti program ini. Sejarahnya bermula dari Pelajar Muslim Thailand yang kebanyakan mereka sekolah di luar Negeri, seperti Negara Timur Tengah, Indonesia dan sebagainya. Dan untuk pertukaran Pelajar Pondok Pesantren Darussalam dengan Negara Thailand ini, belum ada kerjasama yang kongkrit dari pemerintah. Tetapi lebih bersifat parsial atau sepotong kepentingan yang ada di sana. Lembaga yang ada di Indonesia termasuk Universitas Swasta dan lembaga pendidikan yang sangat antusias pada Agama yaitu pondok pesantren. Kenapa mereka melakukan pertukaran pelajar yang ada di Indonesia? karena penduduk Indonesia mayoritas beragama Islam. Di sisi lain ini adalah suatu kebanggaan. Mereka menganggap sebagai sesuatu yang luar biasa, karena Islam Indonesia sangat moderat atau Tasammuh dan Itidal, artinya bisa mengimbangi apa yang menjadi kebutuhan sumber daya manusia, di dunia. Di sisi lain untuk mempertahankan nilai-nilai ke Islam yang ada, dan tidak akan merubah ciri khas dan budaya yang menjadikan suatu acuan Umat Muslim yang ada di Thailand, khususnya di Daerah Patani.

Pelajar bisa menerapkan ilmunya di sana, mengingat karena Patani ini adalah Daerah konflik karena ada yang mendirikan Pemerintahan dan mereka memisahkan yang notabenya bukan Islam. Awalnya mereka akan membuat badan perkumpulan Alumni Pelajar Patani yang akan merekrut orang-orang dan tidak melihat dari mana mereka berasal. Begitu juga tempat Pendidikan mereka, yang terpenting bisa bersatu meningkatkan sistem proses Belajar Mengajar yang ada di Patani dengan berasaskan Islam. Dalam hal ini, pembangunan Sumber Daya Manusia mempunyai peranan yang sangat penting bagi kesuksesan dan keseimbangan pembangunan Nasional. Atas dasar itu mereka berinisiatif untuk melakukan kerjasama dengan Lembaga di Indonesia yang bersifat Negri, Swasta dan Pesantren, juga termasuk Pondok Pesantren Darussalam. Dengan harapan ilmu-ilmu yang ada di sini bisa diterapkan di sana, bagi Pelajar atau Santri kita bisa belajar di Patani, dan Pelajar Patani bisa belajar dari Pelajar Indonesia. Tujuan pertama kita bisa menukar nilai Budaya dan ilmu masing-masing, bagaimana Indonesia belajar sistem pengajaran yang ada di sana. Dengan harapan bisa diambil manfaatnya yang nantinya bisa diterapkan di Indonesia.

Peran peserta didik sebagai subyek belajar adalah individu yang terdiri dari berbagai karakter, adat istiadat, dan lingkungan social. Cara mendidik Guru juga bervariatif, tentu sistem di sini dengan sistem di sana berbeda, jadi kita bisa sharing antara satu sama lain. Di segi yang berbeda dari pribadi ini akan bisa menjadi pengalaman tersendiri yang luar biasa. Dan ini akan jadi modal utama dan tambahan nilai yang melakukan kerja sama terutama Pondok Pesantren, dari nilai akademik otomatis kita akan terangkat karena ada kerjasama dengan Bangsa lain. Yang jelas ini akan bisa memberikan penyemangat khususnya bagi Santri, tidak hanya belajar di Blokagung, tapi mereka juga bisa mengembangkan ilmunya di luar Negeri. Di samping itu untuk membuka akses komunikasi pada Masyarakat sekitar dan tokoh-tokoh yang ada di dalamnya. Untuk apa saja yang sudah dilakukan sejauh ini KH Abdul Munib Syafaat, sebagai Rektor IAIDA juga sudah meninjau di Thailand dan mereka sudah menyampaikan kerja sama ini. Selain mewakili Pondok Pesantren KH. Abdul Munib Syafaat juga mewakili RMI Persatuan Pondok Pesantren seluruh Banyuwangi.

Dan harapan Beliau tidak hanya Pondok Pesantren Darussalam saja, tetapi seluruh Pondok Pesantren di Banyuwangi juga menyumbang asih pada pertukaran pelajar ini. Untuk peserta yang dikirim tidaklah khusus, panitia membuka lebar-lebar seluruh santri untuk berpartisipasi kegiatan tersebut. Bukan hanya santri Putra, santri Putri pun juga bisa, yang terpenting bisa menjaga nama baik Pondok Pesantren dan menghasilkan apa yang diharapkan. Tetapi dengan ketentuan yang sudah tertulis diantaranya dana awal 5 juta, yang nantinya dikembalikan perbulanya 1,5 juta, bisa mengaji, bisa Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, menguasai Ekstrakuler seperti Qiroati, Pramuka, Ubudiyyah, Istighasah dan lain sebagainya. Harapan panitia, minat serta potensi yang dimiliki peserta sehingga kelak kemudian hari menjadi bekal dan mampu menjunjung tinggi nama Bangsa ini dengan berbagai keahlian yang dikuasai, sehingga pembangunan Pendidikan Nasional dapat terwujud dengan sempurna, karena diisi oleh generasi muda yang berkualitas. Jadi bukan sembarang Santri yang berangkat. Nantinya di sana mereka akan ditempatkan di Pesantren, kurang lebihnya sama dengan di sini. Dengan berdurasi 5 Bulan yang tidak menutup kemungkinan mereka akan diberikan Piagam atau Ijazah khusus.(yzd/kron)