:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Kamis, 19 Apr 2751
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
16 Maret 2016

Pembakaran Sampah di Alokasikan pada Tempat Khusus

Rab, 16 Maret 2016 Dibaca 8x Kabar Darussalam

Agar Asap Tidak Melayang Kemana-mana Pembakaran Sampah di Alokasikan pada Tempat Khusus

BLOKAGUNG – Pembakaran sampah yang berada di utaranya Maqom masih berlanjut, Sampah-sampah tersebut telah disediakan tempat khusus untuk pembakaran, tempat tersebut dibangun oleh Bapak H. Solikhin dari Surabaya. Sebelumnya beliau juga pernah kesini bersama Bapak Yadi dan ibu Umi, untuk mengadakan pelatihan sampah yang bertempat di Madrasah A.4.

Sebagai salah seorang Alumni, Bapak Solikhin juga sangat memperhatikan lingkungan pondok pesantren Darussalam. Terutama masalah pembuangan sampah dan pembakarannya yang tidak teratur. Dengan usahanya sekarang ini beliau membangun tempat pembakaran khusus, guna tidak mengganggu aktivitas warga sekitar. Solusi yang diambil sangat tepat dengan keadaan Masyarakat dan Santri yang semakin banyak saat ini.

Pernah suatu ketika, sebagian warga Desa mengadakan Istighosah Jumat kliwon di maqom. Sesampai di sana, Tak disangka ternyata tempat yang terlihat asri dengan bunga-bunga yang menghiasinya kini penuh dengan kepulan asap pembakaran sampah.

Jadi mereka Merasa terganggu dengan pembakaran sampah yang tidak teraturan itu. Dan juga berdampak pada pencemaran udara yang tidak baik pada pernapasan.

Sampah-sampah yang dibakar tidak hanya dari santri, milik orang Desa pun juga di alokasikan di tempat itu. Tujuannya agar asap yang dihasilkan tidak melayang kemana-mana dan terlihat lebih efektif. Sebelum sampah-sampah tersebut dimusnahkan, terlebih dahulu para petugas memilah-milahnya, mengambil sampah yang masih bisa dimanfaatkan atau dijual ke pengepul, seperti kardus, kaleng, dan masih banyak yang lainnya.

Ketika Reporter Medis mewawancarai salah satu petugas sampah, ternyata mereka merasa eman dengan barang-barang santri yang masih layak pakai yang dibuang begitu saja. Oleh karena itu, kita sebagai santri harus benar-benar menjaga Lingkungan sekitar. Minimal merawat barangnya sendiri. (Aam)

 

Artikel Lainnya