:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Senin, 20 Mei 2024
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
27 Mei 2016

Nisfu Sya’ban Malam Yang Mustajab

Jum, 27 Mei 2016 Dibaca 20x Agenda Kegiatan

Blokagung-Nisfu sya’ban merupakan hari penting bagi umat islam yang jatuh pada hari sabtu (21/05/2016),terbukti banyak umat islam melaksanakan amlan ulama’ salaf untuk meperingatiacara tersebut, seperti yang dilakukan oleh para santri putra darussalam .acara tersebut dilaksanakan ba’da maghrib di masjid lantai satu.

Malam itu yang menjadi salah satu hari mustajabnya doanya orang muslim hal ini menjadi moment tertentu bagi mereka yang ingin memanjatkan do’anya,seperti tahun tahun yang lalu para santri memperingati malam tersebut dengan membaca yasin tiga kali, setelah membaca surat yasin yang pertama dianjurkan untuk membaca do’a ,yaitu do’a untuk  memohon diberi umur panjang serta sehat wal ‘afiat litho’atillah ,kemudian pembacaan surat yasin yang ke dua lalu berdo’a memohon diberi rizki yang halal dan barokah dan membaca surat yasin yang ke tiga setelah itu berdo’a memohon iman islam ila yaumil qiyamah .

Acara ini dipimpin oleh beliau KH.Maskuri Nasyirun yang diawali arahan dari beliau tentang fadilah nisfu sya’ban serta tata caranya,diantaranya seperti yang diterangkan  dalam hadis dari   Abu Umamah dan juga Ibnu Umaran “Ada lima malam yang doa seorang hamba tidak akan tertolak, yaitu pada malam pertama bulan Rajab, malam nisfu sya’ban, malam jum’ah, malam Iedul Fitri dan malam Nahr (Iedul Adha).”

Acara tersebut berdampak pada santri yang biasanya hanya sebagian kecil melaksanakan sholat ba’diah menjadi sebagian besar melaksanakannya ,santri juga sangat antusias dalam acara tersabut “saya sangat antusias karena karena malam ini termasuk dari salah satu lima malam yang dimustajabkan do’anya umat islam “ucap Muhammad Irfani salah satu santri dari asrama khulussunajah kamar F5 .

Kemudian acara ini ditutup dengan do’a nisfu sya’ban oleh beliau KH Maskuri Nasyirun yang diamini oleh semua santri dan setelah tersebut para santri dapat meninggalkan tempat dan melakukan aktivitas masing masing serta persiapan sholat isya.