:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Minggu, 19 Mei 2024
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
30 Oktober 2014

Menilik ijazahan puasa ndawud Oleh Abah Hisyam

Kam, 30 Oktober 2014 Dibaca 39x Dawuh Masyasikh Blokagung

div align=centerAnjurkan Puasa Ndawud Sekaligus Puasa Akhir Tahundivdiv align=centernbspdivManjalankan puasa merupakan bentuk dari usaha kebanyakan santri PP Darussalam sebagai riadhoh terhadap apa yang sedang mereka lakukan di pesantren yaitu menuntut ilmu. Tak hanya puasa senin-kamis mereka juga kerap melaksanakan puasa ndawud.br div align=centerCatatan : Khasbullohdivdivbr Pengasuh PP. Darussalam Blokagung Tegalsari Banyuwang KH Ahmad Hisyam Syafaat kembali mengadakan ijazah puasa ndawud pada Kamis malam kemarin (2310). Ijazahan ini beliau lakukan setiap tahunnya tepatnya pada malam menjelang tahun baru Hijriyyah.divbr Kyai Hisyam sebutan karib KH. Ahmad Hisyam Syafaat itu memaparkan bahwa puasa ndawud ini hanya dilakukan selama setahunTahun kemarin saya sudah mengijazahkan namun sekarang masanya sudah habis karena sudah genap setahun jadi saya ijazahkan lagi Terang beliau. Beliau juga menambahkan bahwa santri yang tahun lalu sudah melaksanakan puasa ndawud juga dapat melaksanakan lagi setelah mereka mengikuti ijazahan ini.divbr Usai pembacaan Surat Yasin tahlil dan disambung dengan istighozah qoshiroh yang dipimpn langsung oleh beliau ini acara ijazah puasa ndawun tersebut langsung dimulai. Namun sebelumnya beliau menyampaikan beberapa manfaat dan keutamaan dari puasa ndawud sendiri. Setelah itu barulah Beliau mengijazahkan kepada seluruh santri yang sudah membayar mahar ijazahan tersebut. Secara serempak mereka pun menerima ijazahan tersebut dengan mengucapkan qobiltu pusa dawud Lillahitaala atau saya menerima ijazah puasa ndwaud. Sementara itu Kiai yang juga akrab dipanggil Abah Hisyam ini pula menganjurkan kepada seluruh santri untuk melaksanakan puasa akhir dan awal tahun Hujriyyah yang jatuh pada Jumat dan Sabtu (24-2510) tersebut.divbr Kemudian selain itu Beliau juga mengijazahkan beberapa ijazahan lainnya. Salah satunya ijazahan Toriqoh Qodiriah yang beliau dapatkan langsung dari Syaikh Abdul Kharim al-Muddaris orang Irak yang kealimannya tidak perlu dipertanyakan lagi. Beliau juga mangatakan seandainya Imam SyafiI masih hidup mungkin alimnya imbang dengan Syaikh Abdul Kharim. Atau bahkanlabih lsquoalim Syaikh Abdul Kharim.divbr saya sangat senang mengikuti ijazahan kali ini ternyata tidak hanya puasa ndawud saja yang diberikan tapi lebih dari itu gak rugi tutur salah seorang santri yang tidak ingin disebutkan namanya. **divnbsp1)