:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Jumat, 18 Apr 6634
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
1 Desember 2015

Menilik aktivitas bersih-bersih di PP. Darussalam

Sel, 1 Desember 2015 Dibaca 14x Kabar Darussalam

Gerakan PSD (Peduli Sampah Pondok)

Ribuan santri yang berada di PP. Darussalam membuat pengkondisian sampah sangat sulit untuk diminimalisir. Salah satu langkah inovasi untuk menjadi satu jalan alternatif sangatlah penting. PSD (Peduli Sampah Pondok) hadir dalam rangka menjadi salah satu alternatif yang dilakukan. Catatan Wan Ahmad

`Roan adalah kegiatan bersih-bersih lingkungan ataupun membantu pembangunan, atau biasa disebut dengan gotong royong santri, roan biasa dilaksanakan setiap hari, disetiap asrama. Namun berbeda dengan beberapa santri yang satu ini, PSD (Peduli Sampah Darussalam) mungkin nama itu sudah tak asing lagi bagi sebagian santri di Darussalam. Sekelompok santri PSD. Selalu aktif membersihkan sampah yang ada di Darussalam pagi dan sore.
Memang jumlah mereka hanya beberapa orang saja namun tak menjadi halangan untuk membersihkan lingkungan yang ada disekitar pondok pesantren Darussalam. Senin(30/11) Tampak beberapa Anggota PSD membersihkan sampah yang ada di sekitar asrama putra. Dan dipimpin oleh kang Ta’in. kegiatan tersebut biasa mereka lakukan pagi sekitar jam 06.00 setelah roan pagi asrama dilaksanakan. Dan roan yang kedua pada waktu sore.

ada delapan titik yang harus dibersihkan, yaitu tong sampah yang ada disekitar asrama. Beberapa tempat sampah induk memang sudah ditempatkan dibeberapa titik sekitar pondok pesantren putra. Agar pengambilan sampah menjadi lebih mudah. Walau begitu sampah masih banyak yang bertaburan disekitar asrama. Dari hasil pengamatan banyak santri yang membuang sampah seperti bungkus snack, dan makanan-makanan ringan. “sak jane, wes disediakne tong sampah lo tapi kok jek panggah ae guak sembarangan (sebenarnya sudah disediakan tong sampah tapi kenapa masih tetap saja membuang sembarangan)” tukas seorang santri yang tidak mau disebutkan namanya saat ikut roan pagi asrama (One)