:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Senin, 20 Mei 2024
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
7 Januari 2017

Mengalihkan Tradisi Orang Fasid Bukan Perayaan

Sab, 7 Januari 2017 Dibaca 18x Dawuh Masyasikh Blokagung / Kabar Darussalam

Setiap saat umur kita bertambah begitu pula waktu hidup di dunia semakin berkurang serta tidak terasa semakin banyak dosa yang kita lakukan  namun masih belum menyadarinya. Berkali-kali kita melakukan kesalahan tapi masih belum bisa memperbaikinya, bahkan kita sengaja melakukan kesalahan tersebut, entah kapan kita akan bertaubat serta berhenti melakukan kesalahan.

Hari demi hari kita lewati, minggu demi mingu kita jalani, bulan demi bulan kita lalui, hingga sekarang satu tahun lamanya kita lewati manis pahitnya kehidupan.

Catatan : Ahmad Fadhil (Y.2)


BLOKAGUNG – Sabtu malam Ahad (31/12) tepatnya ba’da Maghrib para santri putra Pondok Pesantren Darussalam mengadakan khataman Al-Qur’an di Masjid. Acara ini bertujuan untuk mengalihkan tradisi-tradisi orang Fasid yang bersifat negatif. Dan di pimpin langsung oleh KH Ali Asyiqin.

Kegitan keagamaan banyak di lakukan oleh instansi atau organisasi kegamaan lainya, salah satunya seperti khataman Al-Qur’an yang di laksanakan oleh para santri Pondok Pesatren Darussalam. Sebelum khataman Ta’mir Masjid membagi juz yang akan di bacakan oleh santri dan beliau (KH Ali Asyiqin) juga melakukan pengarahan tentang kegiatan tersebut.

Gemuruh lantunan kalam ilahi di bacakan oleh para santri pondok pesantren darussalam. Mereka sangat antusias dengan kegiatan tersebut. Menurut beliau KH Ali asyiqin “acara ini bukan untuk merayakan tahun baru masehi namun untuk mensyukuri nikmat alloh karena beliau masih memberikan rohmat serta hidayat sehingga kita masih hidup sampai sekarang dan mengintrofeksi diri agar sadar bahwa umur kita semakin bertambah serta kesempatan hidup semakin berkurang yang paling penting adalah untuk mengalihkan kebudayaan orang Fasid yang merayakan hari raya dengan maksiat supaya di ganti dengan acara keagamaan agar kita lebih bertaqwa kepada alloh“. (fdl)