:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Selasa, 18 Apr 5719
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
13 Februari 2017

Diklat Sholat Jenazah, khusufaini dan sholat istisqo’

Sen, 13 Februari 2017 Dibaca 7x Kabar Darussalam

RUANG A.4 – Kemarin malam (13/02) untuk beberapakalinya segenap pengurus ITMAM & MPK Madrasah Diniyah Al Amiriyyah mengadakan diklat. Diklat kali ini membahas tentang pelatihan Sholat Jenazah, khusufaini dan sholat istisqo’. Untuk pertama kalinya diikuti oleh siswa dari kelas 3 A Ula, 3 B Ula, serta 3 C Ula.

Tepat pukul 20:49 WIS  acara ini dimulai, dalam diklat kali ini Tutornya adalah Ust. Muhid sebelum praktik dilakukan beliau memberikan arahan terlebih dahulu “ kata KH. Amad Qusyairi, santri itu kalau pulang dari pondok sama seperti masuk hutan mencari kayu. Agar mendapatkan kayu yang bagus, kita harus membawa semua peralatan yang dibutuhkan. Kalau dipondok kita harus mempersiapkan semua apa yang dibutuhkan masyarakat. Seperti praktek sholat ini, lalu ilmu lainnya. Jika sudah kita akan mendapatkan manfaatnya.” Ujar beliau dengan tegas.

Praktek yang pertama adalah sholat jenazah. Untuk memudahkan peserta hafal rukun sholat jenazah metode yang dilakukan adalah Ust. Muhid membagikan satu rukun untuk satu siswa, lalu masing-masing siswa menyebutkan bagian rukun yang didapatkannya secara ber-urutan. Setelah dijelaskan semua keterangan tentang sholat jenazah, langsung dilanjutkan dengan praktek secara berjama’ah jadi langsung dengan imam. Ust. Muhid menunjuk salah satu siswa untuk jadi imam, yaitu Syifa’u Ali Wafa dari kelas 3 B Ula.

Praktek yang selanjutnya sholat khusufaini. Sama seperti halnya dengan sholat jenazah. Praktek dilakukan setelah penyampaian materi. Kali ini peserta terlihat lebih antusias, pertanyaan pertanyaan membanjiri suasana.

Dan yang terakhir praktek sholat istisqo’. Saat itu Ust. Muhid mengajarkan cara membalikkan sorban, sebab hukum membalikkan sorban saat sholat ini adalah sunnah. Setelah selesai semuanya beliau berkata diakhir diklatnya, “Harga diri seseorang itu dilihat dari akhlaqnya.” (cay)