:: 62 8000 xxx mading@mading.ciuss
Info Sekolah
Senin, 26 Feb 2024
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
  • Tema Mading dapat menampilkan informasi dalam text berjalan
7 Desember 2013

ASWAJA Jaminan Surga!!! Golongan Yang Selamat(Al Firqah An-Najiyah)

Sab, 7 Desember 2013 Dibaca 17x Dawuh Masyasikh Blokagung

ASWAJA Jaminan Surga!!!br Golongan Yang Selamat(Al Firqah An-Najiyah)divOleh : Ali MahsunKata aswaja ahlusunnah wal jamaah sudah barang tentu tidak asing lagi dan bahkan mungkin hampir semua kalangan pernah mendengar istilah ini tetapi untuk menguraikan mana dari aswaja secara mendetail apa? dan bagaimana Ahlus Sunnah Wal Jamaah (ASWAJA) tentu membutuhkan uraian yang sangat panjang dan untuk menulisnya membutuhkan waktu yang sangat banyak dan ribuan lembar kertas. Akan tetapi di lembaran kertas yang cukup singkat dan padat ini kami mencoba memberi sedikit gambaran tentang aswaja. Ahlussunnah Wal-Jamaah adalah istilah bagi kelompok umat Islam yang dijamin keselamatannya di akhirat oleh Rasulullah dalam sebuah sabdanya sehingga tidaklah mengherankan jika Istilah Ahlussunnah Wal-Jamaah ini sering menjadi rebutan bagi semua kalangan. Dan Bahkan Setiap kelompok mengklaim dirinya sebagai Ahlussunnah Wal-Jamaah. br Secara bahasa ahlusunnah wal jamaah mempunyai arti pengikut jalan prilaku dan bersama-sama (jamaah) dan sedangkan menurut istilah seperti apa yang sudah di jelaskan oleh syeh abi fadhl bin abdssakur dalam kitab alkawakib hal 8-9 adalah orang-orang yang selalu berpedoman pada sunnah nabi SAW dan jalan para sahabatnya dalam masalah akidah keagamaan amal-amal lahiriyah serta aklak hati (tauhid fiqih tasawuf)memang pada dasarnya perpecahan umat islam sudah terjadi pasca wafatnya nabi SAW yaitu perselisihan diantara kubu sahabat ansor dan muhajirin didalam memilih khalifah atau pemimpin sepeninggalan nabi SAW yang terkenal dengan istilah saqifah bani saidah dan terus berlanjut pada jaman sayidina usman dimana terjadi pergolakan politik yang begitu hebat hingga menyebabkan beliau terbunuh oleh para pemberontak yang terkenal dengan istilah al-fitnah al-kubro dan hingga pada priode berikutnya munculah kelompok-kelompok islam sempalan yang lain di antaranya kawarij murjiah siah mutazilah dsb hingga dewasa ini nampak sangat jelas bermunculan kelompok-kelompok baru seperti wahabi liberal dan lain sebagainya. Memang dalam catatan sejarah sebagian besar kelompok-kelompok tersebut muncul disebabkan karna pergulatan politik dan apabila dipetakan maka akan muncul tiga perincian besar br 1. Perpecahan yang terjadi hanya sebatas isu politik belaka dan tidak sampai merambah pada masalah-masalah akidah atau agama seperti contohnya perpecahan yang terjadi antara sayidina ali dan sayidah lsquoaisah hingga terjadi perang jamal perpecahan antara sayidina ali dan sayidna muawiyah hingga terjadi perang sifin perpecahan sahabat ansor dan muhajirin dalam menentukan khalifah setelah nabi muhammad SAW wafatbr 2. Perpecahan yang terjadi berawal dari isu politik akan tetapi pada akhirnya merambah pada masalah-masalah akidah atau agama seperti murjiah kawarij siah dsbbr 3.Perpecahan yang memang murni berangkat dari masalah-maslah akidah atau keagamaan seperti mutazilah ibnu taimiyah Musabihah dsb.br Untuk kelompok pertama kaum ahlusunnah beranggapan bahwa perpecahan tersebut tidaklah sampai membawa kesesatan dalam berakidah disebabkan karena perbedaan ijtihad dari masing-masing kelompok dalam urusan politik belaka seperti contoh terjadinya perang jamal berakar dari terbunuhnya sayidina usman dan terangkatnya sayidina ali sebagai pengganti khalifah yang dimana pada masa itu pembunuh ustman masih dapat berkeliaran dan belum tertangkap sehingga di kubu siti lsquoaisah talhah bin ubaidilah dan al-zubair bin al-lsquoawwan keluar dengan membawa pasukan besar menuju basrah untuk menghukum para pembunuh ustman pada awalnya terjadi kesepakatan antara kelompok ali di basrah dan lsquoaisah untuk mengqisos para pembunuh akan tetapi munculah para pengacau dan pembuat fitnah pada waktu menjelang subuh di hari kedua setelah kesepakatan hingga kedua kelompok merasa saling dihianati dan akirnya perangpun tak terelakan lagi yang sama-sama demi membela sebuah kebenaran.br pada dasarnya perpecahan di tubuh umat islam sendiri memang sudah di diprediksi oleh nabi kita lewat sebuah sabdanya yang hal tersebut merupakan sebuah muzijat yang dimiliki nabi muhammad mengetahui hal-hal yang gaib yaitu bahwa umat islam akan terpecah menjadi 73 golongan semua akan masuk neraka kecuali satu yang akan selamat yaitu golongan yang selalu mengikuti jejaknya jejak para sahabatnya dalam redaksi hadis lain memakai teks kelompok yang selamat itu dengan sebutan al jamaah serta didukung dengan hadis nabi yang lain lagi dengan istilah sawadul adzom (kelompok mayoritas) sebagaimana yang tertera pada hadis-hadis berikut inibr Dari Muawiyah bin Abi Sufyan bahwa Rasulullah bersabda: Sesungguhnya orang sebelum kamu dari pengikut Ahlil-kitab terpecah belah menjdi tujuh puluh dua golongan. Dan umat ini akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan tujuh puluh dua golongan akan masuk ke neraka dan satu golongan yang akan masuk surga yaitu golongan al-jamaah. (HR Abu dawud hal 3981 Darimi juz 2 hal 241 imam ahmad hal 16329 Hakim hal 407 dan imam al-hakim dan al-hafid al-dhohabi menganggapnya sohih dan berkata al hafid ibnu hajar di dalam kitab tahrijul kasaf dengan sanad hasan)br Dari Abdullah bin Amr bekata: Rasulullah bersabda: Sesungguhnya umat Bani Israil terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan yang akan selamat. Para sahabat bertanya: Siapa satu golongan yang selamat itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Golongan yang mengikuti ajaranku dan ajaran sahabatku. (HR tirmidzi hal 2565)br Dari Umar bin al-Khaththab berkata: Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang menginginkan tempat yang lapang di surga maka ikutilah ajaran al-jamaah. Karena syetan itu bersama orang yang sendirian. Dan syetan akan lebih jauh dari dua orang. (HR al-tirmidi hal 2091 bekata: Rasulullah bersabda: Sesungguhnya umat Bani Israil terpecah belah menjadi tujuh puluh dua golongan. Dan umatku akan terpecah belah menjadi tujuh puluh tiga golongan semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan yang akan selamat. Para sahabat bertanya: Siapa satu golongan yang selamat itu wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Golongan yang mengikuti ajaranku dan ajaran sahabatku. (HR tirmidzi hal 2565)br Dari Umar bin al-Khaththab berkata: Rasulullah bersabda: Barangsiapa yang menginginkan tempat yang lapang di surga maka ikutilah ajaran al-jamaah. Karena syetan itu bersama orang yang sendirian. Dan syetan akan lebih jauh dari dua orang. (HR al-tirmidi hal 2091 dan imam al-tirmidi berkata hadis ini hasan shohih dan imam al-hakim menganggapnya sohih)br Dari Anas bin Malik berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda: Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu apabila kalian melihat terjadinya perselisihan maka ikutilah asswadul adzom ( kelompok mayoritas). (HR ibnu majah hal 3950 dan abd bin humaid di dalam musnadnya hal 1220)br ] ] Dari hadis-hadis di atas menunjukan bahwa termasuk ciri-ciri dari aswaja adalah mengikuti ajaran nabi para sahabat dan mengikuti al-jamaah atau aswadul adzom (mayoritas). dan dalam hal ini para ahli tafsir menafsiri salah satunya kami nukil dari kitab hasiah abu hasan al-sindi ala ibnu majah juz 7 hal 320 menyatakan bahwa yang dimaksud assawdul adzom adalah golongan yang banyak karna hal tersebut lebih mendekati terhadap kesepakatan ijma para ulama dan imam assuyuti menafsirinya assawadul adzom adalah perkumpulan manusia terbesar di atas jalan yang lurus dan hadis tersebut menunjukan untuk mengamalkan pendapat mayoritas ulama. Sebab hadis tentang assawadul adzom menerangkan bahwa umat Islam tidak akan bersepakat (berijma) pada suatu kesesatan. Hukum yang menjadi kesepakatan di antara mereka dapat dipastikan kebenarannya dan tidak akan tersesat dari jalan kebenaran. Akan Tetapi yang perlu dicermati adalah apa yang dimaksud golongan terbesar disini adalah perkumpulan para ulama ahli ilmu bukan orang-orang awam pada umumnya sebab kebanyakan dari manusia adalah berbuat kebatilan sebagaimana di jelaskan dalam al quran berikut ini Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang ada di muka bumi ini niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah). [QS.al-Anam6: 116]. Lalu bagaimana posisi orang awam?? Maka untuk orang awam pada umumnya Jika mengikuti jumhur ulama adalah termasuk dalam kategori golongan yang selamat atau termasuk dalam katagori al jamaah. Dari sini tampaklah semakin jelas bahwa golongan asariyah dan al-maturidiyah sunni atau NU kalau di indonesia atau yang sejalan seperti nahdatul waton 1916 taswirul afkar 1919 adalah golongan terbesar. Sebab dari ribuan ulama-ulama ternama ahli hadis tafsir ulama-ulama fiqih empat madhab ahli tasawuf mereka mayoritas bermadhab asariyah dan maturidiyah dikarenakan secara ediologi cara pengambilan hukum beragama dan amaliyah mereka semua mempunyai karakteristik yang sama sesuai dengan apa yang di perintahkan nabi dan apa yang di lakukan para sahabat begitu juga para pengikutnya (kaum sunni) adalah kelompok terbanyak dibelahan bumi ini bila di banding dengan kelompok-kelompok yang laen sebagaima mencocoki dengan apa yang telah di nyatakan oleh al-imam al hafid al-zabidi dalam kitab itihaf as-sadat al-mutaqin sarah kitab ihyak ulumiddin imam al-gozali menyatakan apabila ahlusunnah disebutkan maka yang di maksud adalah pengikut madhab al-asari dan al-maturidi. Dan juga Perlu di ketahui bahwasanya Para imam-imam madhab sebenarnya bukanlah membawa perkara yang baru akan tetapi hanya merumuskan apa-apa yang sudah ada dalam agama ini. dan masih banyak lagi bukti-bukti kebenaran madhab al-asari al-maturidi sebagai kelompok ahlusunnah waljamaah yang tidak mungkin muat di tulis di lembaran yang sangat kecil ini. Untuk lebih memperjelas tentang perincian 73 firqoh tersebut disini kami mengutip dari sebuah pernyataan mufti al-hadromiyah sayid Abdurrahman bin muhamad bin husen bin umar yang mashur dengan gelar al-baalawi di kitab bugiyatul mustarsidin hal 298 cet sirkah nur asiya bahwa 72 firqoh yang sesat itu berpangkal dari 7 firqoh diantaranya : 1. Kaum syiah pecah menjadi 22 aliran 2. Kaum khawarij 20 aliran 3. Kaum mutazilah 20 aliran 4. Kaum murjiah 5 aliran 5. Kaum najariah 3 aliran 6. Kaum jabariyah 1 aliran 7. Kaum musyabihah 1 aliran sehingga semua berjumlah 72 aliran dan ditambah satu aliran yaitu firqoh annajiah selamat menjadi 73 aliran secara keseluruhan. Dan sebagian Contoh dari 72 firqoh yang mulai merambah disekitar kita adalah aliran wahabi yang disebut-sebut meneruskan faham kawarij yang terkenal ekstrim dan juga aliran liberal yang disebut-sebut bahkan mereka sendiri menyatakan penerus atau berkarakteristik aliran mutazilah. Wa allahu lsquoalam.br *Penulis adalah mahasiswabr STAIDA PBSI Angkatan 2011nbspnbspbr div1)