Menyongsong MEA Terhadap Perkembangan Desa
IAIDA – seminar nasional yang diadakan oleh PK PMII berlangsung dengan lancar, Walaupun sesekali terjadi pemadaman. Kegiatan yang dilaksanakan di gedung auditorium IAIDA lantai tiga ini, di hadiri lebih dari 100 orang. Mereka terdiri dari perwakilan PMII se-Banyuwangi, Satgas Desa, para Dosen, dan juga beberapa Mahasiswa IAIDA dan STAIDU. Acara dimulai pada jam 08.30 WIB, tepatnya pada hari sabtu tanggal 20 februari 2016.
Pemateri dalam seminar kali ini yaitu: bapak Kacung Maridjan, beliau adalah guru besar FISIP Universitas Airlangga Surabaya. Dan bapak Yusuf Nuris selaku ketua Sekolah Tinggi Agama Islam Darul Ulum (STAIDU) Muncar. Tema yang diangkat adalah Menyongsong MEA Terhadap Perkembangan Desa.
Sebelumnya, beliau terlebih dahulu menjelaskan mengenai pengertian desa secara etimologi dan terminologi. Kemudian kita ajak diskusi mengenai pembangunan dari desa dan pinggiran, optimalisasi potensi desa, dan sumber-sumber keuangan yang bisa dimanfaatkan.
Banyak sekali poin-poin yang bisa diambil di dalamnya, dan kemudian dikembangkan di seluruh desa. Seperti: dalam mengelola desa yang baik, itu membutuhkan tenaga yang terampil dan kreatif yang pada akhirnya juga menghasilkan produk-produk kreatif dan kompetitif.
Selain itu, juga memanfaatkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, untuk mendorong terwujudnya ‘efisiensi kolektif’ agar produk yang dihasilkan, bisa bersaing dengan produk-produk pemilik modal besar.
Setelah penyampaian materi selesai, para peserta di beri waktu untuk bertanya mengenai persoalan yang ada didesannya masing-masing. Kemudian, acara diakhiri pemberian cinderamata oleh ketua PMII IAIDA kepada kedua pemateri.(aam)