MASJID LANTAI I – Virus corona yang sudah merambah di sebagian negara Indonesia ini sudah memakan beberapa korban dan pencegahan dan penanganan pun sudah mulai diberlakukan. Penanganan sistem lockdown pun sudah mulai diberlakukan di beberapa daerah khususnya di Pulau Jawa.
Setelah dewan pengasuh
bermusyawarah terkait pemulangan santri. Jum’at (26/03) kemarin KH. Aly Asyqin mengumumkan
jadwal pemulangan santri usai sholat isya’ dilaksanakan. Yang mana akan dilaksanakan
tanggal 8 sampai 10 April mendatang.
Sesuai dengan surat edaran,
jadwal pemulangan santri terbagi menjadi tiga gelombang. Gelombang pertama akan
dilaksanakan pada tanggal 8 April yang diberlakukan untuk santri putri daerah
Banyuwangi. Dengan ketentuan harus pulang pada pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB.
Sedangkan untuk santri kawasan
Jember diberlakukan pada pukul 13.00 WIB sampai 17.00 Wib. Untuk kawasan ini
berlaku untuk santri putra dan putri. Pada malamnya, sekitar pukul 18.00 sampai
21.00 Wib diberangkatkan rombongan untuk jurusan bandara Djuanda gelombang
pertama.
Gelombang kedua yang akan
dilaksanakan Kamis tanggal 9 April yang diperuntukkan untuk santri putra.
Jadwalnya pun sama dengan pemulangan santri putri. Hanya saja santri yang berasal
dari Bali diberangkatkan mulai pukul 06:00 Wib sampai 12:00 Wib.
Mulai pukul 13:00 WIB sampai
17:00 WIB jadwal pemulangan santri yang berasal dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan
dan Jawa Barat. Gelombang ini juga diberangakatkan kendaraan yang menuju
bandara Djuanda pada pukul 18:00 sampai 21:00.
Tak hanya itu, jika santri yang
akan pulang kerumahnya, penjemput harus wali dari santri sendiri, dan penjemput
harus membawa bukti berupa Kartu Keluarga (KK) dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Penjemputan bertempat di gerbang timur, dan santri diperkenankan tidak pulang
kerumah temannya atau saudarannya.
Rencana awal, pemulangan santri
dijatuhkan pada 5 Romadlon karena dikhawatirkan daerah sudah banyak yang
lockdown, pemulangan diajukan menjadi tanggal 8 april. Pemulangan ini tidak ada
Bebas tanggungan seperti liburan biasanya, tetapi untuk santri yang belum
membayar SPP sampai bulan April. Jika sudah membayar, maka santri langsung
diberikan surat izin pulang.
Untuk kendala, jika ada santri
yang berada diluar pondok sedikit sulit untuk koordinasi sudah membayar atau
belum SPP bulan april tersebut. “Dengan adanya pemulangan ini, bukan berarti
santri ketika pulang bisa bebas, tetapi dari pondok pesantren menyelamatkan dan
kebiasaan di pondok tetap dilaksanakan”. Ujar bapak Imam Muslih.(hmd)