RUANG A.4 – Demisioner Pengurus Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN) Ponpes Darussalam pada malam Jumat kemarin (05/08). Pelantikan ini dilaksanakan di Aula KH. Mukhtar Syafa’at atau ruang A.4. yang mana dalam acara ini banyak di hadiri tamu undangan dari putra maupun putri, antara lain Wakil Bidang Pengembangan yakni Agus H. Muhammad Ishaq, kemudian dari Kordinator bidang kesehatan yaitu bapak Fathoni Yahya, tak sampai disitu Agus Fakhri Ali putra dari KH. M. Hasyim Syafa’at juga ada dalam acara ini, dan juga kepala pesantren putra, Bapak M. Himamy Baydarus turut mengikuti acara.
Persiapan yang dibutuhkan demi lancarnya acara sekitar satu bulan. Meliputi dari peminjaman ruang, pembuatan LPJ, persuratan administrasi , dan proposal. Untuk anggota Pos Kesehatan Pesantren (POSKESTREN) di bagi menjadi dua yaitu anggota inti dan santri Husada. Adapun pengurus inti putra berjumlah sekitar 15 santri dan putri baik pondok utara maupun selatan berjumlah 20 santri. Sedangkan di tiap asrama wajib memiliki 2 santri Husada yang melayani santri sakit di asramanya.
Santri yang dilantik memilki niat yang tulus untuk membantu dalam bidang kesehatan para santri. Adapun ketua POSKESTREN yang baru yaitu Bapak Wahyudi untuk periode 2021 -2023. Bidang kesehatan tiap pondok putra atau putri memiliki ketua nya masing-masing yang dilantik pada malam itu juga seperti kesehatan putra di ketuai oleh Bapak M. Hunim, Putri Utara oleh Ibu Ilma Malili, dan putri selatan yakni Ibu Siti Lailatul Badriyah.
“Alhamdulillah acara pada malam ini berjalan dengan lancar, walau ada sedikit masalah namun tak terlalu berpengaruh”. Ujar Kang Arif Juliantoro selaku seksi acara, untuk ketua panitianya yaitu Kang Ari Sulistiono. Dalam sambutannya Agus H. Fakhri Ali menyampaikan tentang manfaat dari bidang kesehatan bagi seluruh santri, bahwa bidang kesehatan tak hanya melayani santri yang sakit saja, namun juga berusaha bagaimana cara terbaik untuk mencegah santri tidak sakit, karna mencegah itu lebih baik dari pada mengobati. Oleh sebab itu harus ada kooordinasi yang baik antara seluruh pengurus dalam mengurusi hal tersebut.
Program dari kesehatan pun masih tetap berjalan seperti pemeriksaan keliling yang dilakukan ke tiap kamar di pondok putra. Tak sampai disitu pengurus kesehatan juga mempunyai rencana akan melanjutkan program tahun sebelumya yakni melakukan sosialisasi setiap bulan ke tiap asrama tentang penyakit yang banyak di derita santri pada bulan tersebut dengan harapan para santri sadar betapa pentingnya kesehatan itu dan mau menerapkan pola hidup sehat. (rdt)
