DATIM – Indonesia berulang tahun Kembali yang ke 76 dan disambut meriah oleh berbagai golongan, tak terkecuali oleh para santri Darussalam. Pandemi pun tak menjadi penghalang bagi para santri untuk tetap melaksanakan upacara, termasuk di asrama luar, pondok putra. Untuk pertama kalinya asrama Darussalam Timur dan Darussalam Tengah melaksanakan upacara nya sendiri-sendiri, ini disebabkan adanya kegiatan PPKM, juga di setiap asrama memiliki lapangan yang memadai untuk digunakan upacara. Untuk di Darussalam timur upacara ini merupakan inisiatif dari para pengurus karena tahun kemarin yang mengikuti upacara hanya guru unit saja. Maka pada tahun ini guru unit dan santri yang berada di pondok pusat bisa tetap upacara di Gedung induk, sedangkan untuk di Darussalam timur dan tengah di laksanakan di lapangannya masing-masing.
Pelaksanaan upacara di Darussalam timur sudah siap mulai pukul 06.30 WIB (17/08) dan dimulai pada pukul 07.20 WIB. Upacara ini dihadiri oleh seluruh keluarga ndalem, pengurus pesantren, keamanan, dan diniyyah yang berada di Darussalam timur. Selain itu upacara ini dikuti seluruh warga asrama Dartim yang berjumlah sekitar 380 santri, juga ditambah dari asrama putri An-nadloh yang berjumlah 115 santri. Yang mana seluruhnya kompak menggunakan baju putih serta songkok hitam untuk putra dan kerudung Yayasan untuk putri. Upacara ini digabung dengan putri karena sudah mendapatkan izin dari pengasuh pondok Darussalam timur, yakni KH. A. Munib Syafa’at. Untuk petugas upacara dari warga asrama Darussalam timur sendiri yang mana pembinanya langsung dari KH. A. Munib Syafa’at dan dipimpin langsung oleh saudara M. Anis dari asrama Al-Firdaus. Tak lupa juga di setiap upacara selalu ada grup paduan suara yang mengiringi kibaran bendera merah putih, tak terkecuali pada upacara di Darussalam timur yang mana petugas grup paduan suara langsung diambil dari asrama An-Nadloh yang berjumlah 25 santri, yang mana seragamnya menggunakan jas IAIDA.
Biasanya setelah melaksanakn upacara peringatan HUT RI langsung disusul dengan berbagai rangkaian lomba yang menarik, namun berbeda dengan di Darussalam timur tahun ini. Karena mengingat cuaca yang kurang baik seminggu terakhir ini, maka perlombaaan pun ditiadakan, seehingga seluruh santri wajib mengikuti upacara. Dan setelah upacara maka bisa langsung istirahat. Berbeda dengan di pondok pusat yang mana seluruh santrinya mengikuti lomba dan hanya seluruh pengurus dan ketua kamar yang ikut dalam upacara.
Dari pihak pengurus pun memiliki kesan tersendiri dalam upacara kali ini, yang mana seluruh warga Darussalam timur mengikuti upacara dengan khidmat dan para petugas bisa menjalankan perannya secara maksimal sehingga upacara nya tidak jauh berbeda dengan upacara dalam memeriahkan hari kemerdekaan Indonesia yang lainnya. KH. A. Munib Syafa’at pun juga berpesan “dalam melaksanakan upacara ini bukan hanya sebatas upacara biasa, namun betul-betul kita menghargai dan menghayati bahwa begitu mahalnya kemerdekaan Indonesia, oleh sebab itu karena kita seorang santri maka harus belajar dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk kita terhadap menghargai kemerdekaan Indonesia”. (rdt)