AULA KH MUKHTAR SYAFA’AT-Diklat pra nikah akhirnya kembali diadakan setelah satu tahun menunggu. Diklat yang bertempat di aula A4 itu juga diisi oleh bermacam-macam materi sebagai penunjang hidup bermasyarakat, Kamis (31/8).
Pengajaran terkait pra nikah itu tak lain adalah untuk membentuk diri menjadi wanita yang mandiri namun yang tak kalah penting adalah menjadi wanita yang dirindu oleh surga. Acara yang diadakan oleh lembaga pendidikan pondok pesantren Darussalam Blokagung Putri ini berlangsung selama 2 hari dengan diisi ning Maya badriatul jamroh, ning Atina Balqis Izza dan ning Aida Fitria Wafa.
Diklat yang didominasi oleh mahasiswi semester akhir itu juga diisi oleh salah satu mahasiswi IAIDA yakni Nur Azizatul Maulidia sebagai narasumber bagian entrepreneur. Acara yang diketuai oleh Rika Hulyatuzzahro itu memang membatasi jumlah peserta yakni hanya untuk para santri putri semester akhir saja dan kuota yang tersedia hanya 150 peserta. namun karena seminar pra nikah ini sangat memberikan banyak ilmu yang sangat berpengaruh untuk masa depan, akhirnya terjadi peserta melebihi kuota yang ditentukan.
“Seorang santri boleh menjadi apa saja yang penting sholih dibidangnya. Do’a seorang ibu lebih hebat dari pada 1000 wali. Orang itu bisa disebut istri sholihah bila melakukan 3 hal yakni tidak boleh marah kepada suami, tidak boleh membentak dan meminta kepada suami. Ketika ingin maju maka harus mau berproses,” begitu dawuh ning Maya Badriatul Jamroh ketika mengisi acara.
Diklat pra nikah itu di dalamnya juga membawa materi tentang fiqih usroh, “Pada dasarnya kehidupan adalah pelajaran, perempuan yang paling berkah adalah yang paling sedikit maharnya, istri sholihah itu bukan dari bagian dunia yang melalaikan melainkan karena istri sholihah itu membuat suami menjadi fokus,” dawuh narasumber yang meluluskan S1 di Al Ahgaf Yaman itu yakni ning Atina Balqis Izzah.
Tak berhenti di situ, diklat yang berlangsung selama dua hari sejak Rabu itu juga memberikan materi terkait kesehatan reproduksi dan merawat bayi, “Pola makan memengaruhi sistem reproduksi seseorang, tirakat yang paling kuat adalah nirakati anak,” ngendiko ning Aida Fitria Wafa selaku narasumber yang saat ini tengah menjalankan pengabdian di balai kesehatan Asy- Syifa.
Acara yang finish pada pukul 11.35 WIB itu akhirnya memberikan kesan tersendiri terhadap peserta, “Dengan diadakannya acara tersebut kita sangat bersyukur karena seminar ini sangat berpengaruh penting dalam kehidupan kita kedepannya, terima kasih kepada para narasumber dan para panitia yang sudah menyelenggarakan acara penuh arti tersebut,” ujar ustadzah Izzuka Dimaria (22), salah satu peserta diklat.(Alf/AZ)