MASJID DARUSSALAM
– Terhitung mulai
Selasa (15/12) kemarin kabupaten Banyuwangi kembali dalam situasi zona merah,
hal ini dilatar belakangi adanya kenaikan kasus mulai Jumat (11/12) sampai Ahad
(13/12) yang lalu.
Menanggapi hal
tersebut Kamis malam (17/12) kemarin KH. Aly Asyiqin memberikan sosialisasi
kepada santri Pondok Pesantren Darussalam agar mereka selalu mematuhi protokol
Kesehatan. Upaya promotif tersebut dilaksanakan setelah sema’an Al Qur’an dari
Agus Hanif Al Hafidz.
Dalam hal ini Kepala Bidang Kepesantrenan Yayasan PP. Darussalam menegaskan “Kemana – mana harus memakai masker, cuci tangan, pemakaian hand sanitizer, melakukan disenfektan satu minggu dua kali, makanan makanan yang sehat, berolahraga, kalau tidak olahraga yang penting keluar keringat, menjemur diri di bawah sinar matahari, minum vitamin c, untuk sementara jangan salaman ketika setelah menjalankan sholat dan ketika merasa kehilangan indera penciuman diharap untuk segera periksa ke As – Syifa’”.
Beliau juga menambahkan bagi santri yang pulang bukan karena sakit, maka pihak pengasuh sudah menyetujui agar dikembalikan dipondok bulan syawal mendatang. Kemudian untuk para peziarah yang akan ziaroh ke maqom dibuka mulai pukul 08. 00 – 15. 00 WIB dan diperkenankan peziaroh untuk tidak menginap, serta tetap mematuhi protol kesehatan.
Selain upaya
promotive tersebut pondok pesantren Darussalam juga melakukan upaya uratif,
dimana jika terdapat santri yang bergejala maka akan ditangani oleh tim Kesehatan
dengan dibantu oleh santri husada beserta pengurus asrama. Selain itu juga bagi
santri yang bergejala seperti Anosmia, akan menjalankan isolasi mandiri diruang
rawat inap Klinik As-Syifa’. (hmd)