BLOKAGUNG – Sudah menjadi agenda pondok pesantren yakni kegiatan mudik atau juga bisa disebut pemulangan. Sejak hari Senin tanggal (30/03) Pengurus Pondok Pesantren Darussalam Blokagung telah memulangkan santri asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Acara pelepasan bertempat di barat ndalem KH. Mudlofar Sulton yang berjumlah 6 santri dan pulang mengendarai 1 Elf.
Agenda pemulangan pada tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun
sebelumnya. Hal ini tidak lain dan tidak bukan disebabkan karena merebahnya pandemi
virus Corona. “Sejak Pondok Pesantren Darussalam Blokagung ini berdiri, tepatnya
tahun 1951 sampai sekarang, pondok tidak pernah memulangkan atau meliburkan
santri selama 2 bulan dan hanya terjadi tahun ini” ungkapan KH. Muhammad Hasyim Syafa’at sebagai ketua umum PP.
Darussalam Blokagung pada acara malam Haflatul Imtihan dan Akhirussanah.
Kegiatan liburan yang biasa dilaksanakan pada tanggal 17 Ramadan ini di
ajukan 1 bulan lebih awal, liburan yang dilaksanakan sangat awal ini bertujuan
untuk mengantisipasi tersebarnya wabah virus Corona atau biasa disebut Corona
Virus Disease 2019 (COVID-19). Menurut KH. Muhammad Hasyim Syafa’at, COVID-19
tersebut dapat dicegah dengan cara Cuci tangan, Olarahraga, Vitamin, Ikhtiyar,
Do’a yang bisa disingkat dengan (COVID). Sedangkan untuk angka 19 yaitu jumlah rakaat sholat
fardu yaitu
17 rakaat ditambah 2 rakaat sholat tahajud.
Pemulangan atau liburan ini ditutup oleh pemulangan santri asal
Banyuwangi dan Jawa Tengah yang yang dilaksanakan mulai hari Senin (06/04) sampai
Kamis (09/04). Dua hari sebelumnya adalah waktu pemulangan Organisasi Daerah
Ikatan Santri Asal Sumatra (ORDA IKSAS) yang berjumlah kurang lebih 800 santriwan-santriwati. Dan untuk hari Kamis
ba’da Asyar (02/04) yakni pemulangan santri yang berasal dari pulau Sulawesi dan
Maluku yang bertempat di lapangan Pondok Pesantren Darussalam yang berjumlah 4
bus.
Sebelum para santri memasuki bus dan sebelum keluar gerbang kampus,
para santri harus disemprot handsanitizer, cek suhu tubuh, dan harus
memakai masker. Adapun bus yang akan memberangkatkan santri, terlebih dahulu disemprotkan
cairan desinfektan selain itu barang-barang bawaan para santri seperti kardus,
koper, tas dan lain-lain. “Semoga para santri saat di rumah bisa mengamalkan
ilmunya yang dipelajari di pondok dan semoga bisa menjadi duta Darussalam dalam
rangka pencegahan penularan virus ini” ujar Bapak Imam Muslih selaku ketua
panitia libur Syawal 2020. (Rnd)