RUANG A.04 – Dalam rangka memperingati hari lahirnya Majelis Bimbingan Al-Quran Darussalam (MBAD), pihak dari ustadz-ustadz beserta alumni dan muq’ri mengadakan sebuah acara, yaitu harlah (hari lahir), yang digunakan untuk menandai kelahiran seseorang atau sebuah institusi. Dengan demikian, acara ini memiliki “arti biasa” yang tidak berkaitan dengan agama. Namun, bagi Muslimin, kata Maulid selalu diartikan sebagai hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Harlah menjadi suatu keunikan bagi setiap individu maupun organisasi yang ingin dimuliakan serta diperingati setiap tahunnya. Sebagian dari mereka masih tetap melestarikan dan menjaganya sebagai peringatan berdirinya atau kelahiran suatu organisasi. Organisasi Majelis Bimbingan Al-Quran Darussalam menjadi sumber inspirasi bagi para santri, muqri, dan masyayikh, karena momen ini tidak boleh dilupakan atau diabaikan begitu saja, dan acara ini hanya terjadi satu kali dalam setahun untuk diperingati.
Persiapan untuk acara harlah ini dimulai dari persiapan perlengkapan, pemesanan nasi dan makanan ringan, penyewaan atribut, penyebaran undangan, kunjungan, dan rapat koordinasi. Ustadz Abdul, yang pertama kali mengundang pembimbing Al-Quran, pernah menyelenggarakan harlah pertama pada masa jabatannya Pak Roy pada tanggal 04/02/2004, dan hingga kini sudah berlangsung yang ke-19. Acara harlah ini dihadiri oleh sesepuh MBAD, Pembina Agus Supri, kepala pesantren, bendahara, alumni-alumni, kepala Al Munawaroh, keamanan, dan pengurus-pengurus Majelis Bimbingan Al-Quran. Acara ini dimulai pada pukul 08.15 dan selesai pada pukul 10.20 malam. Rangkaian acara ini dimulai dari pra-acara, pembacaan kalam, MC, Qiro’ah dari peserta TAS, sambutan-sambutan, permohonan maaf, prosesi harlah, persembahan dari Amil, penghargaan santri bersama Agus Ahmad, pengumuman santri juara terbaik, pengarahan, dan diakhiri dengan penutup. Juara terbaik pada tahun ini diraih oleh saudara yang bernama Krisna Adri Wijaya dari Majelis 3.
Tema dari asal mula peringatan acara ini adalah ‘’HARLAH MBAD DAN TASYAKUR TAS 2024’’, karena tahun sebelumnya terdapat kendala, maka harlah tahun sebelumnya diganti pada tahun ini. Yang mengatur acara ini adalah Ustadz Abdul Latif Ansori sendiri. Alhamdulillah, acara berjalan dengan baik dan lancar serta mendapat dukungan dari guru dan masyayikh alumni. Harapannya, semoga setelah wisuda ini para wisudawan dan wisudawati bisa mencetak generasi yang baik dan unggul, dan semoga bisa menjadi lebih baik dari tahun ke tahun karena dilakukan evaluasi, setoran, dan bimbingan secara intensif setiap bulannya. Sebab, yang pertama kali dilihat, didengar, dan yang dinantikan oleh masyarakat ketika pulang adalah bacaan Al-Qurannya, dari makhorijul huruf panjang pendeknya dan tajwidnya. (KAR/IHM)
