AULA BAHJATUL ULUM – Pengurus dan pengasuh sepakat mengadakan kembali rapat rutinan ketua kamar yang dilaksanakan Pada malam jum’at (15/09) lalu, sebenarnya agenda ini telah menjadi agenda bulanan, sekitar dua bulan yang lalu rapat ini terpisah antara pengurus asrama luar dan asrama dalam, namun dikarenakan untuk mempermudah kooordinasi antara beberapa pengurus maka diinsruksikan oleh KH. Jabir Muda untuk menggabungkan rapat, setelah mendengar dan melihat atas beberapa kasus yang terjadi di pondok.
Acara ini diikuti oleh 28 kepala asrama dan 138 ketua kamar baik dari asrama induk dan luar, Kabid Kepesantrenan, Kabid Keamanan dan Ketertiban, Lembaga Bimbingan Konseling Darussalam (LBKD), koordinator keasramaan pesantren, seksi keasramaan KAMTIB, dan juga turut mengundang sebagian tamu guru-guru konseling seperti bapak Khaniful Adib (SMA), bapak Mukhafidzin (SMP), dan juga bapak Ahmad Syaiful yang selaku perwakilan dari Golongan Tim Penjamin Mutu (TPM), rapat tersebut membahas pengarahan tugas ketua kamar, kerja sama seluruh instansi yang ada di pondok pesantren, dan juga membahas permasalahan bullying dan kurangnya pendewasaan pengurus pada warga, dari rapat tersebut juga ditetapkan ditutupnya gerbang depan ndalem KH. Muhammad Hasyim syafaat sebagai tempat keluar masuk santri dan hanya dikhususkan bagi pengasuh.
Acara tersebut dimulai setelah sholat isya’, dibuka oleh MC kemudian pembacaan dikrussyafa’ah yang dipimpin oleh bapak Mukhafidzin, dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan yang setelah itu pembacaan hasil rapat komisi ketua kamar oleh agus Ahmad Fakhry Aly dan diakhiri dengan Mauidhoh hasanah oleh Kiai Aly ‘Asyiqin. Durasi acara tersebut selama 3 jam yakni mulai ba’dha isya’ pukul 08.00 sampai dengan 11.00, ketua panitia pada acara tersebut yakni bapak Ahmad Anshor, persiapan sejak kamis sore ba’da Ashar, kendala pada acara yakni beberapa pengurus yang tak bisa hadir seperti dari asrama Munzalan Mubarokan tidak bisa hadir karena agenda terkendala kegiatan rutinan.(ABD/HAI)
