School Info
Thursday, 07 May 2026
  • (خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ)Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya
  • (خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ)Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya
25 September 2021

Evaluasi Kedua KOSODA Lebih Kondusif

Sat, 25 September 2021 Read 91x Kabar Darussalam

MASJID DARUSSALAM – Evaluasi Komunitas Sorogan Darussalam (KOSODA) kembali terlaksana untuk yang kedua kalinya. Terlaksana pada Kamis (23/09) yang bertempat pada tiga tempat. Untuk kitab Awwalu bertempat di Masjid Lantai 3, kemudian kitab Ta’lamul Muta’allim di Masjid Lantai 2, dan Kitab Taqrib di Masjid Lantai 1.

Diadakannya evaluasi ini tak lain untuk mengetahui sampai mana kemampuan masing-masing anak. Pada evaluasi kali ini penguji diacak sesuai tingkatan untuk mengetes satu kelompok, yang mana anak dari setiap kelompok tetap utuh tidak berubah.

Pada saat evaluasi penguji kelompok unggulan bukan dari para penyorog biasa, melainkan dari Mahasantri  dan para Mutakhorijin yang baru lulus tahun kemarin. Hal ini di lakukan karena maqro’ terakhir antara kelompok unggulan dan reguler itu berbeda.

Evaluasi kali ini juga terbilang lebih kondusif dibanding yang sebelumnya, walau masih ada beberapa hal yang perlu di perbaiki. Satu minggu sebelum pelaksanaan evaluasi kemarin, para peserta KOSODA juga di wajibkan untuk menyetorkan apa yang telah di sorogi kepada penyorognya minimal 3 kali setoran.

Dan bagi anak-anak yang belum menyelesaikan bebas tanggungan akan terkena konsekuensi dari para pengurus. Pemvalidan penyorog juga sangat di tekankan, seperti para penyorog yang jarang berangkat pada sore hari dan yang tak bisa ikut menguji pada malam Jumat.

Terdapat perbedaan kendala pada tiap panitia, baik panitia Awwalu, Ta’lim, dan Taqrib. Di kitab Awwalu kendala yang paling signifikan ialah banyaknya anak yang belum bisa berbahasa jawa, sehingga membuat para peserta susah baik ketika sorogan atau saat evaluasi berlangsung. Namun sudah banyak dari mereka yang lancar membacanya.  

Jika Ta’lim kendalanya saat evaluasi yakni salahnya penempatan awal maqro’ dan batas akhir pembacaan maqro’ sehingga membuat para peserta bingung jika tidak di beri tahu oleh para penguji. Selain itu banyak dari penguji kelompok unggulan Ta’lim yang berhalangan hadir, dan akhirnya digantikan oleh panitia dari Ta’lim itu sendiri.

Kitab Taqrib kendalanya berada pada kesalahan halaman  maqro’, sehingga membuat para peserta bingung mencari halaman yang akan di baca jika tak di tunjukkan oleh para penguji. Dan untuk kendala keseluruhan mungkin hanya telatnya menyiapkan peralatan yang akan digunakan untuk evaluasi. Selain itu adanya kesalahan komunikasi antara para penguji dengan panitia taqrib , yakni kitab yang di sediakan seharusnya di berikan kepada peserta, namun kebanyakan dari penguji menggunakan untuk menyimak para peserta.

Hakikatnya KOSODA bukan hanya sebuah Lembaga yang tugasnya mengajarkan kitab kuning saja. Tetapi di luar dari itu semua KOSODA juga memiliki tujuan untuk menanamkan minat baca kitab kepada seluruh santri, juga mendekatkan hubungan antara penyorog dan anak yang di sorogi. “Maaf kang, kulo jarang setoran sama ngelalar kemarin, jadinya sekarang bacanya macet-macet” Kata salah seorang peserta Taqrib ketika ditanya mengapa membacanya terbata-bata.

Tahun ini KOSODA sebenarnya hanya menargetkan agar seluruh peserta bisa membaca terlebih dahulu. Jika mereka sudah mampu membaca dengan lancar barulah nanti akan diajari untuk menerjemahkan dan menerapkan nahwu ketika membaca. Untuk ke depannya para pengurus akan membuatkan buku setoran kitab untuk para peserta, yang nantinya juga akan menjadi syarat pada evaluasi berikutnya. (rdt)

Arsip