Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu syarat mahasiswa untuk mendapatkan kelulusan dari perguruan tinggi sendiri, meskipun mahasiswa untuk tahun ini terdampak pandemi dan kurangnya Latihan sebelum KKN dijalankan, mahasiswa tetap menjalankan seperti tahun-tahun kemarin dengan membatasi kegiatan KKN, serta tetap menjalani protokol Kesehatan.
Catatan: Hamdan Yuwafi (J.K)
Ikrom Daoh, salah satu santri Darussalam yang berasal dari Thailand ini juga tengah menjalankan KKN nya sebagai mahasiswa. Kang Ikrom sendiri telah menetap di Thailand sudah dua tahun karena terdampak covid – 19. Sehingga memaksa untuk menjalani KKN di negaranya. KKN sendiri telah terlaksana sejak tanggal 23 Agustus sampai 23 September mendatang.
Angkatan KKN tahun ini Bernama KKN ABCD (Asset Based Communities Development) setiap prodi terbagi menjadi beberapa kelompok. Seperti halnya kang Ikrom yang mengambil prodi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) angkatan 2018 ini, masuk di kelompok 1 yang kelompoknya berjumlah 5 orang. Di negaranya, kang Ikrom menjalankan KKN nya mengambil materi yang sama seperti partner dikelompoknya.
Dengan sistem Daring kang Ikrom menerima informasi dan tugas terkait dengan KKN, meskipun sedikit kesulitan karena beliau sendiri melakukan KKN di negaranya. Materi yang diberikan kang Ikrom kepada siswa yaitu pelajaran tentang cara baca alquran, praktek membaca, menulis, memahami hukum – hukum tajwid dan praktek sholat. Terkait dengan cara baca alquran, beliau memilih metode qira’ati sebagai sarana pembelajaran nya.
Saat di telpon melalui via whatsaap kemarin, santri yang menetap di asrama Assalafiyyah itu menjelaskan bahwa untuk saat ini laporan bukti KKN masih belum menggunakan pengetikkan laporan, “saya masih mengirim laporan KKN nya berupa foto dan video”. Ucapnya dengan logat melayu nya.
Menempati di Thailand Selatan tepatnya kota Pattani, pelaksanaan KKN kang Ikrom dilaksanakan pada waktu pagi, siang dan sore untuk siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 4,5 dan 6 yang berjumlah 22 siswa dan menempat di salah satu rumah di desa kang Ikrom, untuk malam hari beliau memberikan penjelasan terkait dengan materi matan jurumiyyah dan kitab ayyuhal walad kepada masyarakat desa.
Menurutnya, KKN di negaranya sendiri kurang maksimal dikarenakan menjalankan KKN nya dengan seorang diri “kurang seru kalau KKN disini karena saya melaksanakannya sendiri”. Ujarnya sambil tertawa. Selama menjalankan KKN kendala yang dirasakannya hanya kurangnya informasi terkait dengan KKN karena masih terdampak covid – 19 sehingga masih menggunakan system daring.
Beliau berharap kepada seluruh siswa nya bisa mempraktekkan apa yang telah diajarkan dan beliau meminta doa agar negara Malaysia segera dibuka akses transportasi sehingga bisa balik ke Indonesia karena masih melanjutkan Pendidikannya di Pondok Pesantren Darussalam. (hmd)
