SMA DARUSSALAM – Tepat pada hari selasa (5/10) kemarin, pengurus OSIS SMA Darussalam sukses melaksanakan pemilih umum ketua dan wakil ketua OSIS masa abdi 2021-2022, setelah 1 bulan yang lalu pengurus OSIS rapat membahas terkait kegiatan tersebut. Acara yang hanya dipanitia dari kelas XII tersebut di ketuai oleh kang Muzaky, yang mana hasil dari rapat terbentuklah dengan nama Bawaslu layaknya pemilihan umum negara.
Perbedaan pemilihan OSIS dengan tahun kemarin yakni pada sistem kampanyenya, yang mana 1 hari sebelum pemilihan umum seluruh kandidat diharuskan kampanye door to door ke kelas sedangkan tahun sekarang guna mempersingkat waktu dan mempermudah Bawaslu semua kampanye disentralkan dilantai 2 atas kantor SMA Darussalam dengan dihadiri oleh siswa kelas X, XI, dan XII dan juga Pembina OSIS putra SMA Darussalam. Ada juga hal menarik pada pemilihan umum kali ini yang mana desain poster 2 kandidat dipasang pada televisi samping kantor SMA Darussalam.
1 minggu sebelumnya dari panitia bawaslu sendiri mengalami beberapa kendala dan sangat mensusahkan yang mana dari kandidat 02 yang awalnya memilih kang Arkan harus diganti dengan memberikan pilihan 2 kandidat. Tak sampai disitu kandidat pengganti 02 yang sudah ditentukan, 1 hari sebelum hari publikasian kandidat 02 mengundurkan diri lagi dan tanpa ambil pusing panitia bawaslu akhirnya menerima pergantian mendadak tersebut. Setelah mengalami perubahan kandidat sebanyak 2 kali panitia bawaslu OSIS SMADA resmi mengumumkan bahwa kandidat 01 atas nama Erik Adi Saputra dan M. Ilman Ridhonata sedangkan kandidat 02 atas nama M. Fahmi Asy’ari dan A. Zidan Sabiq tersebut dipublikasikan melalui poster kampanye dari panitia. Nama 2 kandidat tersebut sebelumnya juga diajukan kepada WKS. Kesiswaan bapak Khaniful Adib, S.Pd. agar disahkan untuk dipublikasikan dan diikutkan pemilihan umum ketua dan wakil ketua OSIS SMA Darussalam tahun ini.
Dimulai pada jam pelajaran kedua yang mana seluruh siswa SMADA berkumpul untuk mendengarkan visi-misi dari 2 kandidat tersebut panitia bawaslu membagi tugas menjadi 2 yang mana satu berfokus dilantai 2 untuk menjaga dan melaksanakan kampanye system orasi visi-misi sedangkan satu berfokus dilantai 1 depan kantor SMA Darussalam untuk menyiapkan penghitungan suara. Visi-misi yang dibawakan dari 2 kandidat mengundang banyak keramain dari para peserta pencoblosan. Tak berselang lama setelah penyampaian visi-misi 2 kandidat, panitia membuka sesi Tanya jawab yang mana hanya menerima 1 pertanyaan karena untuk mempersingkat waktu. Layaknya pemilihan umum pada negara juga terdapat bilik suara dan kotak suara sederhana yang mana terbuat dari kardus bekas sedangkan cap jari terbuat dari papan stempel.
Setelah selesai mecoblos kandidat hal menegangkan dari 2 kandidat dimulai ketika suara “sah” dari panitia disemarakkan. Dengan mengambil saksi Pembina OSIS putra dan ketua kelas penghintungan suara yang bertempat didepan kantor mengundang banyak tanda Tanya dari para saksi dan juga kandidat. Tak lama menghitung hasil rekapitulasi suara terbuka tersebut menyatakan kandidat 02 dengan perolehan suara 66 dan mengalahkan kandidat 01 dengan perolehan suara 44 begitu juga terdapat 21 suara tidak sah. Setelah hitungan suara tersebut dari panitia menyatakan juga bahwa tidak ada gugatan sama sekali terkait pehitungan suara tersebut. “tahun dekwingi 02 saiki yo kosong 02 opo yo carane.” Tutur peserta pemilu. Dari panitia bawaslu juga menyampaikan selamat kepada kandidat 02 yang telah terpilih untuk menerusakan perjuangan OSIS SMA Darussalam tahun 2021. Harapan besar juga muncul dari Pembina OSIS dan wks. Kesiswaan yang mana bisa lebih baik dan bisa menjalin hubungan social yang kuat antar anggota. (mfa)






