Info Sekolah
Rabu, 21 Jan 2026
  • (خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ)Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya
  • (خَيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ)Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya
4 Maret 2020

Evalusi Perdana Di Ikuti Oleh Angkatan Perdana

Rab, 4 Maret 2020 Dibaca 86x Kabar Darussalam

Takhasus adalah progam yang masih baru berdiri di pondok pesantren darussalam putra saat ini. Program ini sendiri menaungi dua cabang pendidikan khusus yaitu cabang khusus Al-Qur’an dan cabang khusus kitab.

progam ini juga dibuat untuk santri yang tidak mengikuti kegiatan  Majelis Bimbingan Al-Qur’an Darussalam (MBAD) dan Majelis Amtsilati Darussalam (MAIDAR). Yang diketua oleh bapak Luqmanul Hakim dan dirintiskan oleh bapak Imam Muslih.

Catatan: Muhammad Rendi Firman Firdaus

Untuk mengukur kemampuan  para peserta yang sudah melaksanakan belajar selama setengah tahun lamanya. Progam takhasus Kamis malam (06/02) kemarin melaksanakan evaluasi perdana yang bertempat di masjid lantai 1. Evaluasi tersebut diikuti oleh 15 peserta dari cabang kitab dan 10 peserta dari cabang al-qur’an.

Dari segi penilaian sendiri diambil dari kelancaran, pemahaman, dan ketegasan untuk peserta takhasus kitab. Sedangkan takhasus Al-qur’an sendiri tidak jauh beda dari takhasus kitab. Persiapan kegiatan tersebut sudah di lakukan sejak 2 hari yang lalu. Sehingga terkesan mendadak dan menyebabkan susah mencari juri dan penjaga tes.

Sedangkan kegiatan pendidikan setiap harinya dilakukan di Masjid Lantai 3 ruang 9 yang di bimbing oleh bapak Addinul Cholis pada waktu ba’da ashar. Untuk ba’da magrib yaitu khusus yang mengikuti takhasus Al-Qur’an yang bertempat di depan ruang aula Ny. Hj. Maryam Syafa’at.

Pada evaluasi takhasus kitab mendatangkan 3 juri yaitu bapak Robit Nur Muhammad Ghozaly, bapak Arif Amrulloh, dan bapak Addinul Cholis. Untuk penguji Al-Qur’an berjumlah 2 orang yaitu bapak Yanuar Tegar Kusuma Putra dan bapak Muhammad Afid.

Progam ini di tujukan untuk santri yang sudah dewasa yang masih kelas 1,2,3 Ula dan nganggur tidak sekolah kurikulum. Maka dari itu program takhasus didirikan. Keunikan progam ini yaitu mencampurkan pendidikan nahwu dan al-qur’an. ”Sangat senang bisa mengajarkan dan mengamalkan ilmu kepada peserta yang sepantaran malah ada yang lebih tua”ujar bapak Muzakqi Ardiansyah selaku sekretaris progam Takhasus.   

Artikel Lainnya

Arsip