DEPAN MASJID – Seperti
tahun sebelumnya pelaksanaan pembacaan kertas arwah menjadi salah satu hal
wajib untuk mengisi agenda-agenda haul. Dengan 5 santri kang Fijay Hidayat, kang Dede
Tri Ardiansyah, kang Roni Hidayat, kang Fahmi Kurniawan, dan kang Sabiq Al Hadi sekitar 20.000 kertas
arwah dibaca habis.
Kegiatan ini langsung dikordinir bapak Himamy Baidarus yang bertempat
di Balai Latihan Kerja (BLK) dan sudah dimulai 08.00 tadi pagi. “Pembacaan ini
dimulai sebelum sekolah tadi, sekitar jam 08.00” ucap kang Roni siang tadi.
Pembacaan arwah ini dibagi beberapa job secara bergantian,
mulai dari daftar nama arwah dan pembacaan kalimat tahlil. “Selain itu, kami
juga membaca tanpa mikropon karena dengan sebanyak ini kami ingin secepatnya
selesai” jelas kang Fijay.
Kertas arwah sebanyak itu, ditargetkan bisa selesai Ahad
(28/02) malam yang sudah dicicil sejak pagi. Namun jika tetap belum selesai
akan dilanjutkan esoknya. “Kalau tidak nanti malam masih ada besok” tambah Fijay
dengan lagak bercandanya.
Dari konsumsi tetap menjadi sebuah patokan selesainya
pembacaan ini, dengan lelahnya mulut dan lidah harus dimanjakan dengan
selengser nasi dan beberapa piring jajanan pasar. “Kalau konsumsi itu sampai
wajib bagi kami” sahut kang Fijay di BLK
tadi. Dari persiapan sarana dan prasarana seperti sound, mikropon berjalan
lancar yang sudah dipersiapkan sebelumnya. (lbs)